Genjot kinerja Opensuse 11.2


Posted in Linux by masgandhul - Dec 9, 2009

Salah satu keluhan yang sering disampaikan oleh para pengguna OpenSUSE adalah soal kecepatan distro yang cukup lambat dibandingkan distro lain pada komputer yang sama. Apakah memang demikian ? Dulu saya beranggapan ya, sampai saya melakukan beberapa tweaking yang membuat kecepatan OpenSUSE jauh meningkat.

Tips meningkatkan kecepatan OpenSUSE ini saya ujicoba pada komputer dengan OpenSUSE 10.2 yang saya gunakan. Hasilnya sangat memuaskan. Jangan lupa, harap sesuaikan beberapa setting dengan konfigurasi yang dipakai.

Apa saja yang harus dilakukan agar OpenSUSE bisa ngebut dengan leluasa ?

1. Disable Swap
Jika anda memiliki RAM lebih dari cukup, minimal 512 MB dan tidak menjalankan aplikasi kelas berat (aplikasi grafis, compiz / beryl contohnya), sebaiknya jangan gunakan swap anda. Swap memang disediakan untuk mengantisipasi kekurangan memori, namun kadangkala Linux menggunakan swap meski memori masih tersisa cukup banyak.

Untuk mematikan swap, buka Konsole dan ketikkan :

/sbin/swapoff -a

Untuk menghidupkannya kembali, buka Konsole dan ketikkan :

/sbin/swapon -a

Menonaktifkan swap akan langsung meningkatkan kecepatan komputer. Jika terjadi masalah (hang misalnya) berarti memori yang dibutuhkan masih kurang dan justru membutuhkan swap file. NOTE : Jangan lakukan jika memori <= 256 MB.

2. Non Aktifkan Service yang tidak Perlu
Untuk menonaktifkan service yang tidak perlu, buka YAST | SYSTEM | SYSTEM SERVICES – RUNLEVEL. Pilih Expert Mode agar bisa leluasa melihat pilihan yang ada. Jangan lupa, stop service yang sedang berjalan dan non aktifkan (set as disable) pilihannya. Jika hanya melakukan stop service tanpa disable, service tersebut akan berjalan kembali ketika proses booting.

Saya sempat heran ketika melihat service yang dijalankan oleh OpenSUSE. Banyak diantaranya tidak pernah saya pakai namun ketika saya lihat statusnya malah running on boot !

Apa saja service yang tidak dipakai ? Tentu mesti disesuaikan dengan kebutuhan tapi list berikut mungkin bisa membantu :

aaeventd : Kalau tidak pernah menggunakan AppArmor, disable saja. Jika disable service ini, disable juga service boot.apparmor
acpid : biarkan
alsasound : biarkan
atd : disable
auditd : disable
autofs : disable
autoyast : disable
cron : biarkan
cups : jika ada printer, biarkan. Jika tidak, disable disable)
cupsrenice : sesuai setting cups
dbus : biarkan
earlykbd : biarkan, ini untuk keyboard, kecuali kamu nggak mau pakai keyboard, hehehe…)
earlykdm : biarkan
earlysyslog : biarkan
esound : disable
fam : disable
fbset : disable
gpm : disable
gssd : disable
haldaemon : biarkan
idmapd : disable
joystick : disable (kecuali memakainya untuk games yang membutuhkan joystick)
kbd : biarkan (ini juga service untuk keyboard)
ksysguardd : disable
lirc : disable
lm_sencors : disable
mdadmd : disable
mdnsd : disable
mircocode (Jika menggunakan processor AMD CPU disable, biarkan jika menggunakan processor intel)
network : biarkan
nfs : disable (Lakukan disable service portmap terlebih dahulu)
nfsboot : disable
nfsserver : disable
nmb : disable
novell-zmd : disable
nscd : disable
ntp : disable
openct : disable
pscsd : disable
portmap : disable
postfix : disable, kecuali pakai mail server
powerd : disable
pwersaved : disable, kecuali butuh untuk suspend komputer
random : biarkan
raw : disable
resmgr : biarkan
rpasswdd : disable
running-kernel : disable, ini bukan si kernelnya melainkan pilihan untuk switch
saslauthd : disable
smb : disable
smbfs : disable
smpppd : disable
spamd : disable
splash : biarkan
splash_early : biarkan
SuSEfirewall2_setup : biarkan
svcgssd : disable
syslog : biarkan
xdm : biarkan
xfs : disable
xinetd : disable
ybind : disable

BEWARE : Jika menggunakan samba dan aplikasi tertentu yang membutuhkan suatu service, periksa kembali settingnya.

Langkah kedua ini membuat kecepatan komputer saya meningkat hingga beberapa puluh persen. Sumpah :-D.

3. Edit Inittab

Lihat bagian berikut :
# getty-programs for the normal runlevels
# <id>:<runlevels>:<action>:<process>
# The “id” field  MUST be the same as the last
# characters of the device (after “tty”).
1:2345:respawn:/sbin/mingetty –noclear tty1
2:2345:respawn:/sbin/mingetty tty2
3:2345:respawn:/sbin/mingetty tty3
4:2345:respawn:/sbin/mingetty tty4
5:2345:respawn:/sbin/mingetty tty5
6:2345:respawn:/sbin/mingetty tty6

Non aktif pada tty3 dan seterusnya dengan memberi tanda # didepan pilihan, kecuali port tersebut memang benar-benar dipakai. Tty adalah port serial pada komputer.

# getty-programs for the normal runlevels
# <id>:<runlevels>:<action>:<process>
# The “id” field  MUST be the same as the last
# characters of the device (after “tty”).
1:2345:respawn:/sbin/mingetty –noclear tty1
2:2345:respawn:/sbin/mingetty tty2
#3:2345:respawn:/sbin/mingetty tty3
#4:2345:respawn:/sbin/mingetty tty4
#5:2345:respawn:/sbin/mingetty tty5
#6:2345:respawn:/sbin/mingetty tty6

3. Ubah setting pada sysconfig

Ubah setting untuk proses yang dijalankan secara concurrent

YAST | SYSTEM | /etc/sysconfig editor

Klik pada tanda plus didepan SYSTEM, pilih KERNEL
Ubah
SCHED_MINTIMESLICE 1000
SCHED_MAXTIMESLICE 40000

Klik pada tanda plus didepan SYSTEM, pilih File System -> mdadm
disable MDADM_SCAN dan set “0″ untuk MDADM_DELAY

4. Tambahkan pilihan pada /etc/fstab

Untuk Ext3 : natime, nodiratime, barrier = 1
Untuk XFS : noatime, nodiratime
Untuk ReiserFS : notail, noatime, nodiratime, barrier = flush

5. Jika menggunakan KDE, ubah setting Service Manager

K menu | Personal Settings | KDE Components | Service Manager

Biarkan pilihan berikut :
KDED Favicon Module
Konqueror preloader (jika menggunakan Konqueror)
Kwallet Daemon Module
KDED Media Manager
Media Notifier Daemon

Selain pilihan diatas bisa didisable. Coba sekarang rasakan kecepatan OpenSUSE. Jika puas, silakan hubungi saya, kalau tidak puas, maafkan saya :-).

  • Share/Bookmark

Dec
9

DNS Server


Posted in Linux by masgandhul - Oct 29, 2009

Dalam suatu jaringan komputer, sebenarnya DNS server tidak selalu mutlak diperlukan, karena kita bisa melakukan setting sendiri pada bagian /etc/hosts jika kita pakai linux, dan di $:\WINDOWS\system32\drivers\etc\hosts. Akan tetapi, karena manusia lebih banyak bisa mengingat sebuah nama daripada sebuah kombinasi huruf, maka disinilah DNS itu berperan. tentu saja, jika jumlah komputer tidak banyak, kita masih dapat menghafal alamat IPnya dengan mudah, bagaimana jika kita menangani misalnya 250 komputer dengan fungsi dan alamat IP yang berbeda-beda? tentunya, bukanlah suatu pekerjaan yang mudah jika kita harus menghapal seluruhnya.

Berikut ini adalah hasil konfigurasi dari pembuatan DNS server yang sederhana. File penting yang harus dibuat dan atau dimodifikasi adalah pada bagian /etc/bind/ :

a. named.conf.local
zone “renderfarm.cc.com” {
type master;
file “/etc/bind/db.renderfarm.cc.com”;
};

zone “67.122.10.in-addr.arpa” {
type master;
file “/etc/bind/db.67.122.10″;
};

zone “.” {
type forward;
forwarders { 10.122.67.3; };
};

b. db.renderfarm.cc.com (bisa dipakai juga sebagai db.renderfarm.cc.com-fwd)
$TTL 604800
@ IN SOA ns.renderfarm.cc.com. root.renderfarm.cc.com. (
2008050602 ; Serial
604800 ; Refresh
7200 ; Retry
2419200 ; Expire
604800 ) ; Negative Cache TTL

@ IN NS ns.renderfarm.cc.com.
@ IN A 10.122.67.3

ns IN A 10.122.67.3
Komputer03 IN A 10.122.67.3
Komputer04 IN A 10.122.67.4
Komputer07 IN A 10.122.67.7
Komputer08 IN A 10.122.67.8
Komputer11 IN A 10.122.67.11
Komputer12 IN A 10.122.67.12

c. db.67.122.10 (bisa juga dipakai sebagai db.renderfarm.cc.com-rev, biar ga bingung aja)
$TTL 604800
@ IN SOA ns.renderfarm.cc.com. root.renderfarm.cc.com. (
2008072702 ; Serial
604800 ; Refresh
86400 ; Retry
2419200 ; Expire
604800 ) ; Negative Cache TTL

@ IN NS ns.renderfarm.cc.com.
@ IN A 10.122.67.3

3 IN PTR Komputer03.renderfarm.cc.com.
4 IN PTR Komputer04.renderfarm.cc.com.
7 IN PTR Komputer07.renderfarm.cc.com.
8 IN PTR Komputer08.renderfarm.cc.com.
11 IN PTR Komputer11.renderfarm.cc.com.
12 IN PTR Komputer21.renderfarm.cc.com.

Reblog this post [with Zemanta]

  • Share/Bookmark
Oct
29

DHCP server


Posted in Linux by masgandhul - Oct 19, 2009

DHCP server merupakan server yang memberikan alamat IP kepada pengguna secara otomatis. Variasi IP yang digunakan dapat berupa pembatasan pada range tertentu atau pada MAC address tertentu. Server DHCP dapat digunakan dalam banyak hal, terutama untuk fasilitas yang digunakan untuk umum, seperti hotspot gratis di Cafe.

Untuk keterangan dan konfigurasinya, dapat dilihat dibawah ini :

ddns-updates off; //digunakan untuk melakukan update pada DNS server

option T150 code 150 = string; //bagian dari program DHCP Server

deny client-updates; //melarang client melakukan update secara otomatis ke server

one-lease-per-client false; //jika dibuat enable, maka server secara otomatis membebaskan leases lainnya

allow bootp; //melakukan respon terhadap query bootp

ddns-update-style none; //klien tidak melakukan update style saat terkoneksi

option domain-nameexample.org“; //klien menggunakan acuan domain name tersebut

option domain-name-servers ns1.example.org, ns2.example.org; //acuan server domain

default-lease-time 600; //least time minimal sebuah alamat IP sebelum bisa digantikan

max-lease-time 7200; //least time maksimal sebuah alamat IP sebelum bisa digantikan

authoritative; //jika bukan setting ini, maka klien tidak mampu mendapatkan alamat IP sampai waktu lease yang ditentukan telah habis setelah merubah subnet. Hal ini dapat menyebabkan waktu yang sangat panjang

log-facility local7; //digunakan untuk menyimpan log file dari dhcp server. Memerlukan setting tersendiri

#Beberapa contoh konfigurasi di dhcp server (untuk aktivasi, cukup buang tanda ”#”)

#Konfigurasi subnet sederhana

#subnet 10.254.239.0 netmask 255.255.255.224 {

# range 10.254.239.10 10.254.239.20;

# option routers rtr-239-0-1.example.org, rtr-239-0-2.example.org;

#}

# Memperbolehkan klien BOOTP untuk mendapatkan pengalamatan secara dinamis. Tidak direkomendasikan.

#subnet 10.254.239.32 netmask 255.255.255.224 {

# range dynamic-bootp 10.254.239.40 10.254.239.60;

# option broadcast-address 10.254.239.31;

# option routers rtr-239-32-1.example.org;

#}

# Melakukan konfigurasi berbeda untuk subnet tertentu.

# subnet 10.5.5.0 netmask 255.255.255.224 {

# range 10.5.5.26 10.5.5.30;

# option domain-name-servers ns1.internal.example.org;

# option domain-name “internal.example.org”;

# option routers 10.5.5.1;

# option broadcast-address 10.5.5.31;

# default-lease-time 600;

# max-lease-time 7200;

#}

# Konfigurasi yang digunakan secara spesifik untuk host tertentu

#host passacaglia {

# hardware ethernet 0:0:c0:5d:bd:95;

# filename “vmunix.passacaglia”;

# server-name “toccata.fugue.com”;

#}

#host fantasia {

# hardware ethernet 08:00:07:26:c0:a5;

# fixed-address fantasia.fugue.com;

#}

#Anda dapat mendeklarasikan sebuah kelas klien dan kemudian melakukan alokasi alamat. Contoh dibawah ini menunjukkan sebuah kasus di mana semua klien dalam kelas tertentu mendapatkan alamat di 10.17.224/24 subnet, dan semua klien lain mendapatkan alamat di 10.0.29/24 subnet. Selain itu juga dapat dibuat allow dan deny pada network tertentu.

#class “foo” {

# match if substring (option vendor-class-identifier, 0, 4) = “SUNW”;

#}

#shared-network 224-29 {

# subnet 10.17.224.0 netmask 255.255.255.0 {

# option routers rtr-224.example.org;

# }

# subnet 10.0.29.0 netmask 255.255.255.0 {

# option routers rtr-29.example.org;

# }

# pool {

# allow members of “foo”;

# range 10.17.224.10 10.17.224.250;

# }

# pool {

# deny members of “foo”;

# range 10.0.29.10 10.0.29.230;

# }

#}

## Contoh konfigurasi yang digunakan oleh penulis ##

subnet 192.168.2.0 netmask 255.255.255.0 {

interface eth1;

range 192.168.2.2 192.168.2.20;

default-lease-time 6000;

max-lease-time 7200;

option subnet-mask 255.255.255.0;

option broadcast-address 192.168.2.255;

option time-offset -3600;

}

host win2003serv {

hardware ethernet 00:02:44:1B:32:6B;

fixed-address 192.168.2.3;

default-lease-time 6000;

max-lease-time 7200;

option subnet-mask 255.255.255.0;

option broadcast-address 192.168.2.255;

option time-offset -3600;

}

host debian2 {

hardware ethernet 00:e0:4c:df:14:56;

fixed-address 192.168.1.3;

default-lease-time 6000;

max-lease-time 7200;

option subnet-mask 255.255.255.0;

option broadcast-address 192.168.1.255;

option time-offset -3600;

}

subnet 192.168.1.0 netmask 255.255.255.0 {

interface eth0;

range 192.168.1.2 192.168.1.20;

default-lease-time 6000;

max-lease-time 7200;

option subnet-mask 255.255.255.0;

option broadcast-address 192.168.1.255;

option time-offset -3600;

}

Reblog this post [with Zemanta]
  • Share/Bookmark
Oct
19