Hidup Sehat Ala Dokter
Empat perempuan ini adalah dokter. Tentu saja, mereka memiliki pengetahuan tentang kesehatan yang lumayan banyak. Kira-kira, apakah pengetahuan mereka tentang kesehatan memengaruhi gaya hidup mereka? Jawabannya ada di cerita Asti, Wulan, Meme, dan Prima berikut ini.
—
Latar belakang kesehatan menjadikan kalian memperhitungkan asupan makanan?
Asti: Iya. Biasanya, saya bawa bekal nasi merah buat makan. Ke mana saja perginya pasti bawa. Soalnya, beras merah lebih sehat dan bagus untuk pencernaan. Kebiasaan ini baru sekitar sebulanan. Mungkin kurang ya. Dari dulu tahu beras merah bagus, tapi baru sekarang sempat. Selain itu, saya membatasi makan ayam. Soalnya, katanya ada yang disuntik steroid dan segala macamnya.
Wulan: Waktu saya masih tinggal bersama orang tua, saya masih sempat perhatikan makanan detail. Pakai beras merah. Terus lauknya dada ayam atau ikan yang di-fillet. Saya sama suami juga masih sempat ngegym. Tapi setahun terakhir, kami tinggal di rumah sendiri. Hilang semua kebiasaannya. Hehehe. Makan balik lagi ke nasi putih. Tapi, porsinya sedikit. Lebih banyak sayur, buah, dan susu kedelai.
Prima: Saya tidak pernah terlalu cerewet soal makanan. Selama komposisi makanan didominasi sayur dan buah, tidak masalah. Jadi, misalnya untuk makan siang, komposisi sayur dan buahnya harus 50-60 persen. Sisanya nasi, lauk, dan lain-lain. Kalau sayurnya kurang, saya kasih tambahan suplemen.
Meme: Saya juga tidak terlalu repot. Semua saya makan. Tapi, ya itu tadi, harus lengkap. Ada sayurnya, buah, lauk, sama nasi. Tapi, yang paling penting buat saya itu sarapan. Kalau tidak sempat makan siang, bisa diganti susu. Tapi kalau lupa sarapan, bisa-bisa saya pusing. Terus yang tidak boleh absen adalah minum yoghurt setiap malam. Biar pencernaan lancar.
Ada makanan yang dihindari nggak? Misalnya, camilan atau bahan lain?
Wulan: Apa ya, paling kulit ayam. Sama jajanan yang tidak sehat. Untuk anak-anak, saya tidak pernah kasih uang saku. Jadi, mereka tidak bisa jajan sembarangan. Tapi, mereka saya bekali, seperti roti, nasi, sama susu cokelat. Kalau masak, saya juga nggak pernah pakai MSG. Diganti gula sama garam saja.
Prima: Racun sama yang haram-haram. Hahaha. Saya ini semua dimakan. Yang berlemak pun tetap saya konsumsi. Soalnya, tubuh kita memerlukan lemak. Tapi, tidak banyak. Hanya 20 persen. Jadi, lemak tetap dimakan sedikit saja. Jangan sampai tidak sama sekali, nanti tidak sehat. Biasanya, orang yang menghindari lemak sama sekali jadi kurus, tapi tidak sehat.
Meme: Saya juga makan semua. Jajanan seperti cilok, pentol kecil itu, juga saya makan. Tapi, tidak pakai saus. Diganti kecap saja dan tidak sering-sering. Paling tidak dua minggu sekali. Kalau ingin ya makan. Jangan ditahan-tahan. Tidak baik. Hehehe.
Asti: Saya hati-hati. Jajanan yang tidak sehat ya tidak saya makan. Kalau lapar, saya nyemil pisang. Jadi, di rumah selalu ada pisang. Misalnya di kampus, teman-teman jajan cilok dan saya kepingin, paling saya minta satu. Nyicipin aja.
Gaya hidup seperti olahraga dan tidur cukup juga dipenuhi?
Prima: Terus terang, kalau sekolah begini, waktu tidur saya tidak cukup. Apalagi kalau jaga, bisa 36 jam. Mana bisa tidur cukup. Tapi, bagi saya, yang penting kualitasnya. Misalnya, di sela-sela jaga saya tidur satu jam saja, asal blek sek, pasti jadi segar lagi. Nanti, kalau ada waktu luang, tidurnya dibikin lebih. Ya, seperti utang. Kalau olahraga, saya juga nggak sempat. Tapi karena saya sekolah di rumah sakit yang gede banget itu, saya harus jalan terus keliling-keliling. Lumayanlah.
Wulan: Ya, seperti saya bilang tadi. Kalau dulu di rumah orang tua, ada pembantu. Saya masih sempat olahraga, tapi sekarang nggak. Tapi, jangan salah. Setiap hari saya nyuci mobil sendiri. Soalnya, saya tipe orang yang nggak pede kalau naik mobil kotor, belum nyapu, atau ngepel. Itu sudah termasuk olahraga. Hehehe. Soal tidur, mungkin waktunya tidak ideal minimal enam jam. Saya harus ngurus anak dan rumah, belum tugas sekolah. Paling tidak saya tidur empat jam. Tapi, yang penting berkualitas.
Asti: Wah, kalau dari dulu saya suka banget olahraga. Dari SMA sampai sekarang, saya aktif di taekwondo. Sekarang saya sudah sabuk merah strip dua. Minimal satu kali seminggu saya latihan. Soal tidur, karena saya belum terlalu sibuk, kecuali lagi giliran di bagian tertentu, tidurnya cukup. Malah lebih kali ya. Hehehe.
Meme: Saya juga sudah biasa olahraga dari dulu. Waktu SMP saya aktif di bulu tangkis malah. Sekarang agak kurang. Tapi, saya usahakan tetap jalan kaki atau joging di sekitar kompleks rumah. Kalau sibuk, hanya setiap Sabtu dan Minggu. Tapi kalau senggang, hampir setiap hari. Tidur sama kayak Asti, cukup.
Diambil dari:
-Senin, 19 Oktober 2009. jawapos.com-
19